Quantum Ikhlash

Bedah Buku oleh: Ratnaningrum, S.Pd, kepala perpustakaan dan guru Bahasa Inggris MTsN 4 Sleman

Kita sudah begitu akrab denga teori-teori motivasi barat yang gigih mengumandangkan pentingnya positive thingking alias berpikir positif. Dalam teori itu, kesuksesan bermula dari pikiran.’Garbage in garbage out’. Jika yang masuk dalam pikiran adalah hal yang buruk maka yang keluar juga hal buruk.

Keluarnya pikiran itu lewat lisan, tindakan, yang lama kelamaan akan membentuk kebiasaan, lalu membentuk karakter dan akhirnya menentukan nasib seseorang. Mata rantainya adalah: pikiran à sikap à tindakan à kebiasaan à karakter à nasib.       

Pada tahap tertentu, pola pikir barat ini memang benar. Tapi dalam prakteknya, logika ini tidak sepenuhnya berjalan. Ada kalanya, otak memahami bahwa untuk meraih sukses, ia harus siap membayar harganya, yaitu dengan kedisiplinan, pengorbanan, kerja keras, gigih, pantang menyerah dan sebagainya.

Dengan latar belakang inilah buku Quantum Ikhlas  ini hadir. Gagasan dalam buku ini merevolusi pandangan barat ini. Gagasannya dimulai dari temuan ilmiah dalam fisika quantum.

Jika di barat kekuatan dasar ada pada pikiran, menurut teori ini yang terkuat adalah perasaan. Bahkan pada hakekatnya realitas yang kita alami adalah hasil ciptaan diri kita. Saat perasaan memancarkan gelombang negatif, misal karena marah, gelisah, berprasangka buruk dan lain-lain, sesungguhnya dia sedang menarik energi negatif dari benda-benda di sekililingnya.

Dengan demikian dia akan terdorong oleh kekuatan-kekuatan yang menuju kesusahan dan kegagalan. Sebaliknya, saat orang berperasaan positif, maka sesungguhnya dia menarik energi positif yang akan membantunya menuju kesuksesan.

Sebab itu kesuksesan bermula dari perasaan yang positif, yaitu perasaan yang dipenuhi rasa syukur, sabar, tenang dan bahagia. Di sini pula muncul kesimpulan, kebahagiaan adalah pangkal kesuksesan dan bukan sebaliknya.

Adalah keliru jika seseorang berfikir bahwa dengan kesuksesan, ia akan mendapatkan kebahagiaan. Sebab bahagia itu di hati dan tidak mensyaratkan apapun karena banyak sekali hal yang sesungguhnya pantas untuk membuat kita bahagia dengan hidup kita.

Ini sejalan dengan firman Allah,”… sesungguhnya, jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu. Dan jika kamu mengingkari, sesungguhnya  azab-Ku sangat pedih” (Ibrahim:7).Di ayat lain: “Dan siapa yang bersyukur  maka sesungguhnya dia bersyukur  terhadap dirinya sendiri. Dan barang siapa yang ingkar sesungguhnya Allah adalah Dzat yang Maha Kaya dan Mulia” (An-Naml: 40)

Untuk membantu menginstal ulang otak bawah sadar agar selalu dalam gelombang alfa, setiap anda membeli buku ini juga akan disertakan sebuah CD yang berisi semacam musik yang dirancang khusus untuk mengkondisikan otak agar memancarkan gelombang alfa.

Dalam buku ini juga disertakan kiat-kiat teknis bagaimana cara agar keinginan anda dapat diraih.untuk lebih detailnya, silahkan anda membaca langsung bukunya. Banyak pelajaran yang dapat kita petik dari sana.Wallahu’alam bishawab.

Tulis tanggapan

Alamat email anda tidak akan ditampilkan.