Tantangan WFH bagi Guru

Oleh: Eni Dwi Prabawati, S.Sn, guru Prakarya MTsN 4 Sleman

Masa pandemi Covid-19 saat ini mengharuskan sebagian orang untuk bekerja dari rumah, atau lebih terkenal dengan istilah Work From Home ( WFH ). Sebagai seorang guru sekaligus berperan sebagai ibu rumah tangga, WFH ini mempunyai tantangan tersendiri dalam menjalaninya.

Kewajiban seorang guru selama WFH ini adalah tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau lebih dikenal dengan istilah daring, sekaligus melaksanakan kewajiban dirumah sebagai ibu rumah tangga. Banyak yang merasakan demikian, melaksanakan sebagai guru dari rumah sekaligus menjadi wali murid bagi anaknya yang masih bersekolah baik di tingkat RA, maupun Madrasah.

Selain memantau perkembangan peserta didiknya melalui pembelajaran online, guru dirumah pun juga memantau sekaligus membantu anak-anaknya untuk melaksanakan pembelajaran online. Lebih terkesan seperti double job atau memiliki pekerjaan ganda, yaitu menjadi guru di tempatnya bekerja, sekaligus menjadi guru untuk anak-anaknya dirumah.

Terlebih lagi apabila seorang guru tersebut memiliki anak yang masih berusia balita di rumah, juga memiliki tantangan tersendiri. Memang anak yang masih balita tidak melaksanakan pembelajaran online, akan tetapi anak yang masih balita masih butuh mendapat perhatian khusus. Pada saat seorang ibu sekaligus guru tersebut sedang melaksanakan pembelajaran online, ada kemungkinan terjadi anak balitanya membutuhkan perhatian khusus.

Work From Home memunculkan tantangan tersendiri namun juga memiliki kelebihan atau keuntungan bagi seorang ibu rumah tangga yang menjalankan pekerjaan sebagai seorang guru dari rumah. Mereka memiliki waktu 24 jam dalam satu hari untuk anaknya dirumah, namun tidak meninggalkan tugas dan kewajibannya sebagai seorang guru untuk peserta didiknya.

Tulis tanggapan

Alamat email anda tidak akan ditampilkan.